Tampilkan postingan dengan label jokowi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label jokowi. Tampilkan semua postingan

Jumat, 04 April 2014

Belajar Hidup Sederhana Dari Jokowi

Jokowi merupakan sosok yang sangat menarik dan fenomenal, Jokowi mungkin satu-satunya tokoh di Indonesia yang meniti karir politik dengan sangat cepat. Bayangkan saja, hanya dalam waktu tiga tahun Jokowi melompat dari hanya menjadi walikota Solo kemudian Gubernur Jakarta, dan sebentar lagi akan menjadi presiden. Yang sangat menarik dari sosok Jokowi adalah gaya hidupnya yang sederhana.

Seperti diberitakan oleh tribunews.com pada 4 april 2014, penduduk Desa Benculuk, Kecamatan Cluring dibuat heran karena ternyata calon presiden dari PDIP (Jokowi) ternyata memakai sepatu lusuh dan ternyata merek lokal. Tak ayal hal ini menjadi perhatian masyarakat dan beberapa diantaranya mengabadikan “sepatu Jokowi” dan inilah gambarnya

sepatu lusuh jokowi

Ternyata , sepatu “lusuh” ini sangat sering dipakai oleh Jokowi saat sedang melakukan tugas sebagai Gubernur. Gaya hidup sederha memang sudah menjadi gaya hidup keluarga Jokowi dan tidak pernah berubah walaupun sudah menjadi orang nomor satu di Jakarta. Mudah-mudahan kesederhanaan Jokowi tetap terjaga setelah Jokowi menjadi presiden. Dan semoga pola hidup sederhana “ presiden Indonesia” bisa menjadi inspirasi bagi seluruh rakyat Indonesia.

Gaya hidup sederhana Jokowi juga tercermin dari beberapa kisah dibawah ini :


1. Pakai sepatu buatan lokal

Jokowi mengaku punya enam pasang sepatu buatan dalam negeri. Sebuah sepatu kanvas berwarna coklat, dua sepatu olahraga dan tiga pantofel.

"Sepatu cokelat kanvas beli di Bandung Rp 160 ribu baru 3 tahun," kata Jokowi di sela-sela inspeksi mendadak keliling Jakarta, Rabu (24/10).

Dua sepatu pantofel juga dibeli di Bandung. Sementara sebuah lagi dibeli Jokowi saat ada diskon di Bali. Harganya Rp 340 ribu didiskon setengah harga sehingga sama dengan sepatu kanvas coklat kesayangannya.

"Harganya sama. Rp 340 ribu di Bali didiskon 50 persen," kata Jokowi.

Sepatu-sepatu itulah yang setia menemani mantan Wali Kota Solo ini blusukan keliling Solo dan Jakarta.

2. Tak gunakan pakaian bermerk

Jokowi mengaku tak pernah menggunakan pakaian mewah dan bermerk. Untuk kaos pun Jokowi membeli kaos palsu alias KW, bukan yang asli.

"Kaos saya KW 2 beli di Bandung. Keren," kata Jokowi sambil tersenyum di sela-sela kunjungannya keliling Jakarta, Rabu (24/10).

"Saya beli di factory outlet," akunya.

Mantan Wali Kota ini mengaku yang penting pakaian nyaman dipakai. Sebelum mendapat baju dinas harian yang pas, dia bekerja dengan mengenakan kemeja putih dan celana pantofel hitam.

3. Tak suka ke salon

Jokowi mengaku tak nyaman berambut gondrong. Karena itu Jokowi selalu tampil dengan rambut pendek bergaya belah pinggir.

Jokowi juga tak suka pergi ke salon yang mahal. Untuk menyukur rambutnya dia punya tukang cukur langganan yang biasa dipanggil ke rumah saat masih di Solo.

"Biasanya dibayar 50 ribu, kemarin di Solo," ujar Jokowi, Rabu (24/10).

Kini setelah pindah di Jakarta, Jokowi mengaku memboyong tukang cukurnya.

"Sekarang dibawa ke sini," katanya.



4. Doyan gudeg, oseng kangkung dan bakwan jagung

Sejak menjabat sebagai wali kota Solo, Jokowi sangat menggemari gudeg. Saking sukanya, tamu yang datang menemuinya selalu dipesankan menu Gudeg dari sebuah warung makan milik Lies Rosmiyati (perempuan asli Solo).

Di warung itu, harga satu porsi gudeg paling mahal Rp 70 ribu dan paling murah Rp 9 ribu. Tak hanya itu, Jokowi juga menyukai oseng kangkung dan bakwan jagung.

Setelah melakukan inspeksi di sejumlah tempat di Jakarta Pusat, Rabu (24/10), gubernur DKI itu lahap menyantap oseng kangkung dan bakwan jagung di sebuah rumah makan di Cikini. Dia duduk semeja dengan pegawai, dan sesekali terlihat berbincang santai.

"Silakan dinikmati makanannya," kata Jokowi yang mengenakan seragam dinas, Rabu (23/10).

5. Selalu mengkonsumsi jamu

Untuk menjaga stamina dan kesehatannya, Jokowi lebih memilih mengkonsumsi jamu ketimbang vitamin yang dijual perusahaan obat kimia.

Jokowi mengaku sudah delapan tahun minum jamu. "Sudah delapan tahun ini saya rutin minum jamu," kata Jokowi belum lama ini.

Menurutnya, ramuan jamu yang wajib diminumnya adalah perpaduan temu lawak dan madu. Namun, di balik itu semua, Jokowi mengatakan, kesehatan itu berasal dari dalam diri sendiri.

"Jangan mengeluh kalau sakit," ujarnya sambil tersenyum.



6. Lebih memilih Innova ketimbang Camry

Meski telah menjadi orang nomor satu di Ibu Kota, Jokowi lebih memilih menggunakan mobil Kijang Innova, ketimbang memakai mobil dinas Toyota Camry. Jokowi bahkan mengaku Kijang Innova B 1123 RFR yang digunakannya sehari-hari itu merupakan mobil sewaan.

"Mobil yang saya pakai mobil rental," ujar Jokowi di Balaikota, Jakarta, Kamis (18/10)

Dia mengaku telah disediakan mobil mewah Land Cruiser yang sudah terparkir di garasi. Namun mobil tersebut belum memiliki pelat nomor.

"Mobil belum ada plat nomornya masa saya pakai. Tetapi biar Land Cruiser di garasi saja," katanya.

Jokowi mengaku sudah memesan mobil Esemka. Dia pun akan menggunakan mobil rakitan anak SMK di Solo itu sebagai mobil dinasnya jika sudah jadi.

"Ya nanti pakai Esemka," kata Jokowi.

7. Setia dengan handphone jadul

Pejabat identik dengan handphone keren dan mahal. Biasanya, jika sebuah handphone dengan merk terkenal mengeluarkan jenis terbarunya, maka tak lama handphone itu terlihat digunakan para pejabat itu.

Namun hal berbeda terjadi pada Jokowi. Meski menjadi orang nomor satu di DKI, Jokowi tak mau seperti pejabat lain yang biasa gonta-ganti handphone.

Padahal dengan kekayaan sekitar Rp 18 miliar yang dimilikinya, mengganti handphone lama dengan yang terbaru adalah hal mudah.

Hingga saat ini, Jokowi masih setia dengan handphone usang miliknya, yakni Samsung SGH-S366.

Read more »

Senin, 10 Maret 2014

Jusup Kalla (JK) Mau Jadi Pendamping Jokowi Dalam Pilpres

Mantan Wakil Presiden sekaligus tokoh Partai Golkar, Jusuf Kalla, bersedia menjadi cawapres dari Joko Widodo jika kelak Gubernur DKI itu dicapreskan PDIP.
"Saya tidak pernah menolak, untuk bangsa kalau dibutuhkan, kita siap," kata JK, panggilan Jusuf, usai acara peluncuran buku biografi Surya Paloh di Hotel Grand Hyatt, Jl MH Thamrin, Jakarta Pusat, Senin (10/3/2014).
Kini JK memang sedang menjadi bakal capres PKB bersama Mahfud MD dan Rhoma Irama. Namun kepastian JK untuk bersedia mendampingi Jokowi di Pilpres 2014 akan ditentukan usai melihat hasil Pileg 2014.
Saat inipun, JK mengaku belum menerima lamaran dari PDIP untuk menjadi cawapres.
"Bukan soal lamar-melamar, tapi kita lihat dulu hasil Presidential Treshold setelah Pileg," ujar JK.
Kepastian deklarasi pencapresan Joko Widodo kian santer terdengar. Kabarnya, H-6 Pileg 2014 akan menjadi waktu yang ditentukan PDIP untuk deklarasi itu.

sumber : detik.com

Read more »

Sabtu, 22 Februari 2014

Jokowi Dikatakan Mirip Obama

Wacana agar Jokowi bersedia menjadi calon presiden (capres) semakin santer didengungkan oleh berbagai kalangan. Dukungan terbaru agar Jokowi maju jadi capres mengemuka pada Forum yang dilaksanakan di Universitas Janabadra, Yogyakarta pada Sabtu 22 Februari 2014.

Forum itu ialah "Academic Meeting, Penyiapan Bahan Usulan tentang Garis-Garis Besar Haluan Negara." Acara itu dihadiri 30-an akademikus muda dan senior dari Universitas Janabadra, Universitas Gadjah Mada, Universitas Kristen Duta Wacana, Universitas Atma Jaya Yogyakarta, Universitas Sarjanawiyata Taman Siswa dan lainnya. Beberapa kader Seknas Jaringan Organisasi dan Komunitas Warga Indonesia atau Seknas Jokowi juga datang di acara itu.

Moderator forum itu, Purnawan Hardiyanto sempat memuji Jokowi sebagai tokoh Indonesia yang mirip Presiden Amerika Serikat, Barrack Obama sebelum terpilih di awal 2009. Wakil Rektor II Universitas Kristen Duta Wacana (UKDW) tersebut menilai popularitas Jokowi di mata publik tidak diragukan. Ekspektasi publik terhadap dia agar menuntaskan banyak persoalan bangsa juga tinggi saat ini.

Purnawan sempat meminta pendapat Jokowi mengenai materi pembaharauan GBHN. Dia menanyakan tanggapan mantan Wali Kota Solo itu, apabila dalam hitungan hari ke depan Megawati mengumumkan bahwa dia menjadi Calon Presiden PDIP. "Selama ini, Jokowi selalu berhati-hati (dalam bicara capres). Tapi kami punya iman dan keyakinan," kata Purnawan.
Sementara Jokowi, menanggapi pujian dan pertanyaan pancingan itu dengan enteng. Dia masih seperti biasanya, bergeming dan enggan berkomentar banyak mengenai pengusungan namanya sebagai kandidat calon presiden dari PDIP. "Saya tidak mirip Obama, lebih ganteng saya. Masak kayak gini kok disamain Obama," ujar Jokowi.

Jokowi menyatakan tidak bisa menanggapi pertanyaan mengenai wacana capres maupun materi GBHN. Dia mengaku masih fokus sebagai Gubernur DKI Jakarta yang sibuk mengurus banjir, transportasi massal hingga perbaikan jalan di kawasan ibu kota. "Terima kasih untuk semua yang disampaikan tadi, tapi saya masih Gubernur DKI Jakarta. Saya terbiasa disiplin dan fokus di satu masalah," kata dia.

Jokowi sempat menerima beberapa masukan dari peserta diskusi itu mengenai konsep GBHN yang harus dijalankan oleh pemerintahan pasca Pemilu 2014. Ada yang membicarakan masalah transportasi, kedaulatan pangan dan energi, agraria hingga pemberantasan korupsi.
Jokowi menjawab usulan itu singkat. Dia enggan menanggapi pembahasan masalah nasional karena domain urusannya masih Pemerintahan Daerah DKI Jakarta. "Semua jadi pengayaan wawasan untuk saya. Tapi, saya tidak bisa komentar apa-apa."

Read more »